BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Tuesday, July 27, 2010

E - Learning

E – LEARNING

PENGERTIAN E-LEARNING

E-learning merupakan singkatan dari Elektronic Learning, merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Beberapa ahli menguraikan pengertian dari sudut pandang yang berbeda antara lain :

1. Jaya Kumar C. Koran (2002)

E-learning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi atau bimbingan.

2. Dong (dalam Kamarga, 2002)

E-learning sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.

3. Rosenberg (2001)

Menekankan bahwa e-learning meujuk pada pengggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.

4. Darin E. Hartley (Hartley, 2001)

E-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain.

5. LearnFrame.com dalam Glossary of e-learning Terms (Glossary, 2001

E-learning adalah system pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer, maupun komputer standalone.

E-learning dalam arti luas mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. E-learning secara formal misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak – pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tigkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan – perusahaan (biasanya perusahaan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-learning untuk umum.

E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).

MANFAAT E-LEARNING BAGI PEMBELAJARAN

1. Lebih mudah mendapatkan materi atau info
Jika kita menggunakan sistem pembelajaran berbasis e-learning, kita akan lebih mudah untuk mencari dan mendapatkan materi atau info. Tinggal ketik apa yang kita cari, tunggu sebentar, kita langsung dapat materinya.

2. Bisa mendapatkan materi yang lebih banyak
Kita bisa mendapatkan banyak sekali materi, tidak hanya dari dalam negeri, bahkan kita bisa mencari materi yang berasal dari luar negeri yang tentunya akan menambah wawasan bagi kita dan juga bisa untuk meningkatkan hasil belajar kita.

3. Pembelajaran lebih efektif dan efisien waktu dan tenaga
Jika ada tugas, kita bisa mencari bahan yang kita butuhkan dengan cepat. Tidak harus ke sana ke mari untuk mendapatkan bahan yang kita butuhkan. Tinggal duduk di depan komputer atau laptop, lalu cari yang kita butuhkan. Setelah itu, susun tugasnya dan selesaI.

4. Dapat berinteraksi langsung dengan siapapun
Seorang mahasiswa bisa saja bertanya pada temannya materi apa yang diajarkan hari ini atau tugas apa yang diberikan, jika hari itu dia tidak bisa berangkat karena suatu alasan. Dia juga bisa bertanya langsung pada dosennya apa materi yang diajarkan tadi atau tugas apa yang diberikannya. Dalam berinteraksi, dia bisa menggunakan media tulisan. Dia mengetik apa yang akan dibicarakan atau ditanyakan kemudian dikirim ke alamat yang dituju. Dia juga bisa berinteraksi langsung, bisa bertatap muka dan berbicara langsung dengan orang yang diajak bicara. Karena kemajuan teknologi, sekarang hal itu bisa terjadi dengan alat yang bernama webcam.

5. Bisa tahu materi atau tugas lebih awal
Mahasiswa bisa melihat jadwal atau tugas yang diberikan oleh dosennya yang sudah di upload. Jadi, mahasiswa sudah tahu apa yang akan dilakukan hari ini dan dapat mempersiapkannya lebih awal.

KELEBIHAN E-LEARNING

1. Memberikan pengalaman yang menarik dan bermakna bagi peserta didik karena kemampuannya dapat berinteraksi langsung, sehingga pemahaman terhadap materi pembelajaran akan lebih bermakna, mudah dipahami, mudah diingat, dan mudah untuk diungkapkan kembali.

2. Dapat memperbaiki tingkat pemahaman dan daya ingat seseorang terhadap knowledge yang disampaikan.

3. Adanya kerjasama dalam komunitas on-line, sehingga memudahkan berlangsungnya proses transfer informasi dan komunikasi.

4. Menghemat atau mengurangi biaya pendidikan, seperti berkurangnya biaya untuk membayar pengajar atau biaya akomodasi dan transportasi peserta didik ke tempat belajar.

5. Pembelajaran dengan dukungan teknologi internet membuat pusatperhatian dalam pembelajaran tertuju pada peserta didik.

6. Meningkatkan dan mempermudah interaksi pembelajaran kapan saja dan dimana saja.

CONTOH E-LEARNING PERGURUAN TINGGI di INDONESIA

  1. Free Blog e-learning
  2. Universitas Islam Indonesia (UII)
  3. AMIKOM ELERANING CENTER
  4. Universitas Tanjungpura
  5. Universitas Lampung
  6. UNISSULA
  7. E-learning UNIMUS
  8. eLearning Board
  9. FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia
  10. e-Learning Poltekkes Padang
  11. eLearning D3TKJ PJJ Malang Joint Campus
  12. e-learning ABFI Institute Perbanas
  13. e-Learning Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia
  14. e-Learning Universitas Airlangga
  15. Universitas Kristen Maranatha

Friday, July 23, 2010

E - Banking

E-BANKING
E-banking merupakan perantara yang menghubungakan nasabah dengan bank melalui media elektronik. E - Banking dapat digunakan untuk mengakses rekening, melakukan transaksi bisnis dan mendapatkan informasi produk dan jasa bank melalui jaringan pribadi / publik, termasuk internet. Nasabah dapat mengakses E - Banking melalui komputer, ATM atau telepon.

Saluran - saluran yang telah diterapkan oleh bank - bank di Indonesia adalah :

1. ATM / Automated Teller Machine / Anjungan Tunai Mandiri

→ Merupakan saluran E - Banking yang paling kita kenal / paling populer

→ Fasilitas ATM ini dapat digunakan apabila kita memiliki kartu ATM

Kartu ATM

→ Fungsinya adalah agar kita dapat mengetahui saldo dan melakukan penarikan tunai dengan cara yang lebih mudah / praktis.

→ Selain itu, ATM juga berfungsi untuk melakukan pembayaran, pembelian, dan mentransfer uang ke ATM lain.

→ di beberapa tempat perbelanjaan, telah banyak disediakan mesin untuk mengambil uang, dan baru - baru ini, telah muncul ATM yang dapat menerima setoran uang yang dikenal dengan Cash Deposit Machine / CDM.


2. Phone Banking

→ Merupakan saluran yang memungkinkan nasabahuntuk melakukan transaksi dengan bank via telepon.

→ Awalnya melalui telepon rumah yang hanya bersifat memberikan informasi jasa/produk bank dan informasi saldo namun seiring dengan perkembangan zaman, kini dapt digunakan telepon genggam atau ada juga nomor akses khusus via HP bertarif panggilan flat yang dapat digunakan dimanapun dan dapat digunakan untuk melakukan berbagai transaksi seperti yang dapat dilakukan dengan ATM non tunai.

3. Internet Banking


→ merupakan saluran teranyar e-Banking yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi via internet dengan menggunakan komputer/PC atau PDA

→ Fitur yang dapat dilakukan sama dengan phone banking.

→ kelebihan dari Internet Banking adalah kenyamanan bertransaksi dengan tampilan menu dan informasi secara lengkap tertampang di layar komputer/PC atau PDA


4. SMS/m-Banking

→merupakan sakuran yang berevolusi lebih lanjut dari Phone Banking, yang memungkinkan nasabah untuk bertransaksi via HP melalui SMS.

→ Fitur yang dapat digunakan anatara lain informasi saldo rekening, pemindah bukuan antar rekening, pembayaran (kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian voucher, dan akses lain yang diberikan oleh bank.

→ saluran ini dapat dikategorikan praktis namun praktek di dalam masyarakat agak merumitkan karena nasabah diharuskan menghafal kode-kode transaksi dalah pengetikan SMS, kecuali pada bank yang bekerja sama dengan operator seluler menyediakan akses banking menu/ Sim Tool Kit (STK) pada simcardnya.

→→→→→→→


Di balik kemudahan e-Banking tersimpan pula risiko, untuk itu diperlukan pengaman yang baik. Lazimnya untuk ATM, nasabah diberikan kartu ATM dan kode rahasia pribadi (PIN); sedangkan untuk Phone Banking, Internet Banking, dan SMS/m-Banking, nasabah diberikan kode pengenal (userid) dan PIN. Sebagai pengaman tambahan untuk internet banking, pada bank tertentu diberikan piranti tambahan untuk mengeluarkan PIN acak/random. Sedangkan untuk SMS Banking, nasabah diminta untuk meregistrasikan nomor HP yang digunakan.
Dengan beragamnya kemudahan transaksi via e-Banking, kini pilihan ada di tangan kita untuk memanfaatkannya atau tidak. Namun mengingat tidak semua bank menyediakan layanan-layanan tersebut, maka seberapa pintarkah bank kita? Untuk dapat bertransaksi pintar, kini saatnya memilih bank pintar kita, tentunya sesuai kebutuhan transaksi.